jump to navigation

Double Declining Method March 20, 2009

Posted by Herwin Anggeriana in Accounting & Finance.
trackback

Metode Penyusutan “Double Declining” ini lebih cocok diterapkan untuk perusahaan yang main corenya bergerak di bidang IT [ TI ], hal ini dikarenakan perusahaan IT hampir 70 % menggunakan teknologi dimana teknologi memiliki usia dan kurun waktu yang nantinya akan cepat using [ alias mudah menjadi teknologi kuno ].

Metode “Double Declining” ini akan menghasilkan suatu grafik yang nilainya makin mendekati nilai 0

 

double_declining

Metode “Double Declining” menggunakan rumus :

rumus_doubledeclining

Contoh :

Nilai dari Aktive Tetap = Rp 10 Juta

Umur Depresiasi = 5 Tahun

Maka nilai depresiasi untuk setiap tahunnya menjadi :

Untuk Tahun ke 1 = 10 Jt dibagi 5 dikali 2 = 4 Juta [ Rp 4.000.000,- ]

Sedangkan untuk Tahun ke 2 =

tahun4_dd

Sedangkan untuk Tahun ke 3 =

tahnu3_dd

Sedangkan untuk Tahun ke 4 =

tahun4_dd1

Dan dengan mekanisme perhitungan yang sama sampai tahun ke 5 [ akhir dari umur depresiasinya ]..

Ada juga yang menggunakan rumus alternative lain menggunakan skala percentage [ % ] dan dalam bentuk penerapan tarif

Contoh : untuk kasus yang sama

Tarif yang didapat yaitu 100% dibagi 5 tahun dikali 2 = 40 %

Maka :

Pada Tahun ke 1 = 40% x 10.000.000 = 4.000.000

Pada Tahun ke 2 = 40% x  ( 10.000.000 – 4.000.000) = 2.400.000

Pada Tahun ke 3 = 40% x ( 10.000.000 – 4.000.000 – 2.400.000) = 1.440.000

Pada Tahun ke 4  = 40% x ( 10.000.000 – 4.000.000 – 2.400.000 – 1.440.000) = 864.000

Pada Tahun ke 5 = 40% xx ( 10.000.000 – 4.000.000 – 2.400.000 – 1.440.000 – 864.000) = 518.400

Methode “Sum of The Year” -> Next Article
Article By : Herwin Anggeriana

About these ads

Comments

1. zainul - January 16, 2010

bagaimanakah cara kita membuat lembar kerja excel untuk penyusutan DDB DISERTAI TARIF yang sesuai dengan peraturan perpajakan dan perhitungannya dilakukan tiap bulan. jadi tahun dan bulan perolehan diketahui, kita mencari akumulasi penyusutan pada duatu periode tertentu. trims

Herwin Anggeriana - January 17, 2010

metode penyusutan DDB yang menggunakan tarif, dan disesuaikan dgn peraturan perpajakkan, tergantung pada konteks yang akan disusutkan.. yang pasti object tanah tidak dapat disusutkan karena tanah tiap tahun nilainya akan bertambah..
metode DDB dgn menggunakan tarif, saya sudah post caranya.. sehingga untuk DDB yg ingin diperhitungkan dalam skala setiap bulan, anda dapat membagi rata dalam 12 bulan.. maka anda mendapatkan perolehan setiap bulannya.. tapi cara perolehan nilai DDB dengan perhitungan setiap bulan, jarang dilakukan alias jarang diterapkan secara umum..
dasar object diterapkan penyusutan biasanya karena penyusutan bernilai sama sepanjang 1 tahun, sehingga jarang terjadi penyusutan DDB secara tiap bulan.
berbeda dengan mesin pabrik, yang memiliki penyusutan tetapi juga memiliki biaya maintenance, sehingga untuk kategori object mesin pabrik ini, anda harus menggunakan metode penyusutan “Unit of Production”, yang nantinya dengan metode penyusutan “Unit of Production” anda dapat memperoleh nilai kisaran performance dari mesin tersebut dalam kurun waktu per tahunnya.

Anda dapat mencari refrence tentang formula excel yang banyak dijual bebas di toko buku.. anda tinggal kombinasikan saja formula tersebut dengan formula dasar DDB seperti yang anda inginkan.
Jika anda masih bingung tentang penerapan DDB dalam lembar kerja excel, silahkan bertanya lebih lanjut dengan specific case object penyusutannya seperti apa?
dan tarif perpajakkan yang mana yang ingin anda kaitkan?

2. nessa - July 11, 2011

dari contoh di atas menggunakan metode double declining setelah tahun ke-5 masih belum habis nilai sisanya,bagaimana perlakuannya,bukankah harusnya di tahun ke 5 nilai sisa asset tersebut 0 ?

3. uthe - December 14, 2011

kayaknya ada yang salah tuh hitungannya…..

4. restu - March 19, 2012

bagaiman caraya menggunakan DDB, jika pembelian aktivanya pada bulan April, apakah di htitung per 1 tahun atau dari april ke desember?

5. razyed - October 9, 2012

Reblogged this on razyed's Blog.


Sorry comments are closed for this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 42 other followers

%d bloggers like this: