jump to navigation

Alasan programmer superstar anda resign / quit dari pekerjaan January 17, 2009

Posted by Herwin Anggeriana in General Knowledge.
trackback

Memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan programmer superstar yang sesuai kebutuhan. Dimulai dari pencarian ribuan resume si pelamar, menyeleksi, dan menerimanya sebagai karyawan, kemudian diberikan berbagai training sampai di kemudian hari menjadi programmer superstar. Tapi setelah menjadi programmer superstar, si karyawan ini dengan mudahnya resign dari pekerjaan?

Berdasarkan pengamatan, ada beberapa alasan programmer superstar anda mengundurkan diri alias resign or quit dari pekerjaannya dan berpindah ke perusahaan lain :

1.       Penerimaan Gaji yang tidak sesuai seperti yang diharapkan bahkan lebih rendah dari seharusnya.

Siapa sih yang mau digaji dengan range yang super murah ? Tidak tentunya.

Sebagai pemilik bisnis, terlebih di jaman serba krisis tentunya mengharapkan cost untuk penerimaan karyawan dan operasional karyawan diatur serendah mungkin, memang itu bisa dimaklumkan, akan tetapi sangat tidak masuk logika jika sebagai pemilik bisnis menggunakan strategi untuk menekan kandidat karyawannya dengan menutupi keadaan bahwa bisnisnya sedang lesu sekaligus melihat kelemahan dari si kandidat karyawannya yaitu “Membutuhkan pekerjaan”.

Strategi tersebut mungkin cukup efektif dalam hitungan waktu tertentu, tetapi programmer superstar / karyawan terbaik anda bukanlah orang bodoh dan malas bertanya. Mereka dapat bertanya dan melihat keadaan di sekitar mereka yang lebih baik dari mereka, mereka juga dapat saling menukar informasi khususnya mengenai range salary dari pekerjaan mereka.

Bahkan mereka akan menunggu ketika kesempatan itu datang dan berpihak kepada mereka, dengan mudahnya mereka akan pindah.

I’m the worst paid senior consultant in this town, I see opportunity and many of senior consultant have less skills than me have enough salary”. [ cuplikan sharing seorang teman saya ]

Ya, mungkin solusinya adalah sudah saatnya anda me-review kembali budgeting recruitment kandidat karyawan anda, atau sudah saatnya anda me-review kembali prosedur jenjang kenaikan gaji karyawan dan me-review juga prosedur performance karyawan anda.

2.       MaDeSu [ Masa Depan Suram ]

Semua karyawan khususnya programmer superstar atau karyawan terbaik anda memiliki insting untuk melihat dan merasakan situasi yang sedang terjadi di lingkungan pekerjaan mereka, sebelum perusahaan bangkrut dan dinyatakan pailit, berbondong-bondong mereka sudah melakukan antisipasi dengan cara mencari pekerjaan di lahan lain.

Di sisi lain, ada juga pemilik bisnis yang hanya berorientasi kepada pemasukan penghasilan untuk kesenangan pribadinya semata, tidak mau peduli dengan perkembangan bisnisnya sendiri, yang alhasilnya programmer superstar atau karyawan terbaiknya bekerja dalam lingkungan yang sangat minim dukungannya, bahkan peralatan pun karyawan yang modal.

Apa yang anda lakukan sebagai team leader atau manager dari team programmer superstar terhadap situasi seperti ini?

Solusinya : Katakanlah sejujur-jujurnya keadaan sesungguhnya sekaligus anda sampaikan bahwa anda dan perusahaan berusaha melakukan tindakan penyelamatan masa depan mereka.

Semua kembali kepada kepercayaan mereka kepada anda, dan yang terpenting adalah anda sudah jujur menyampaikan keadaan sesungguhnya bukan.

3.       Politik Kantor

Programmer, atau beberapa group tertentu / bagian tertentu dari struktur organisasi perusahaan, sangat tidak ingin terlibat dengan keadaan politik di lingkungan pekerjaan. Motif mereka adalah ; datang untuk bekerja, dan melakukan pekerjaan terbaik yang dapat mereka lakukan, sisanya they don’t care.

Khususnya untuk tingkatan struktur organisasi menengah ke bawah, mereka cukup alergi dengan urusan pengaturan budget, game “saling menjatuhkan vendor lain” ketika project gagal.

Jika anda sebagai Manager atau team leader, sudah seharusnya anda melindungi team / group anda dari situasi politik kantor, dan sampaikan kepada team anda, bahwa anda berkewajiban dan merasa bertanggung jawab melindungi team dari situasi tersebut.

Team anda akan menghargai dan menghormati anda, terlebih ketika anda berusaha keras melindunginya dan menjaganya agar mereka dapat bekerja seoptimal mungkin dalam kedamaian.

4.       Tidak seimbangnya kehidupan pribadi dengan pekerjaan

Setiap individu mengharapkan keseimbangan didalam kehidupannya, keseimbangan antara kehidupan pribadinya dengan pekerjaannya. Ketika team programmer berusaha yang terbaik dan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan project terlebih mendekati deadline, wajar saat itu juga mereka dalam kondisi under pressure alias stress. Mereka sangat mengharapkan adanya kebaikan dari perusahaan untuk berpihak. Masih banyak perusahaan yang tidak peduli dengan keadaan ini, perusahaan terus menerus menekan karyawannya untuk bekerjayang terbaik tanpa sedikit pun mau melihat dan memberikan kesempatan di sisi lain kehidupan pribadinya.

Berikanlah mereka cuti sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku, solusi ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi mereka dengan pekerjaan.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s