jump to navigation

OSI Modelling January 25, 2009

Posted by Herwin Anggeriana in General Knowledge.
trackback

Bagi yang ingin mengambil gelar profesionalisme di bidang networking seperti Cisco [ CCNA ], anda akan mempelajari salah satu module course dari CCNA yaitu OSI [ Open System Interconnection ], sekitar 30 % materi CCNA adalah OSI.

Sebenarnya OSI adalah suatu model paling dasar dari model berkomunikasi di dalam network [ jaringan data ], entah itu network berbasis LAN ataupun WAN. OSI model seringkali digunakan sebagai suatu model yang mewakili dari aturan, mekanisme, format bahkan protocol jaringan yang digunakan dan dengan OSI model tersebut kita dapat memahami aliran data dari suatu device networking [ alat jaringan ] ke device networking yang lain.

Didalam OSI Model, terdapat 7 model dimana setiap model tersebut dikenal dengan istilah “Layer”, yang menggambarkan dan mewakili bentuk dari komunikasi data :

osi-efficiency4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mari kita telusuri lebih lanjut untuk memahami setiap layer tersebut :

Layer ke 7 [ Application Layer ] : Layer ini menyediakan feature dan service-service kepada software yang berbasis jaringan. Contoh dari application layer adalah SNMP, ECHO, Mail Client [ POP3, dan SMTP ], FTP, Telnet, Whois, SSH, SIP, RTSP, NFS, HTTP, www

Layer ke 6 [ Presentation Layer ] : Layer ini bertugas sebagai memfasilitasi aliran data dan melakukan pengcodean ulang [ code formatting ]. Contoh presentation layer adalah : SMB, NCP, ARP.

Layer ke 5 [ Session Layer ] : Layer yang mengatur, dan menciptakan session. Contoh session layer adalah : NETBIOS, TLS, SSL, PHP, ASP, ASAP.

Layer ke 4 [ Transport Layer ] : Layer ini adalah jalur transmisi data dan bertugas untuk melakukan assembling dan disassembly data baik sebelum ataupun sesudah terjadi pengiriman data. Contoh dari Transport Layer adalah : TCP, UDP, IL SCTP, SPX, ATP, RTP.

Layer ke 3 [ Network Layer ] : Ini adalah area dari routing / router, yaitu berfungsi untuk mengarahkan data dan menganalisa setiap data dari dan ke network. Baik struktur datanya ataupun alamat pengiriman data tersebut. Contoh dari network layer adalah : IP, IPX, IGMP, IGRP, ICMP, ETGRP, ARP, RIP

Layer ke 2 [ Data Link Layer ] : Seperti namanya, bertugas untuk me-link dan melakukan perpindahan data dari network, termasuk topology dari data tersebut. Contoh dari data link layer : ETHERNET, TOKEN RING, FRAME RELAY, ATM, ISDN, 802.11, WIFI, PPP.

Layer ke 1 [ Physical Layer ] : Media fisik jalur / jaringan data, yang bertugas menjadi media perantara data dari satu network ke network tujuan. Contoh dari physical layer adalah : 10 BASE T, 100 BASE T, 1000 BASE T, TCOURIER / ECOURIER, variant dari 802.11, WiFi physical.

Lalu bagaimana bentuk aliran data tersebut, jika terjadi komunikasi [ terkoneksi ] dari satu computer ke computer yang lain di dalam network. Gambar ini akan menjelaskan bentuk aliran data jika terjadi komunikasi dari satu computer ke computer lain di dalam jaringan.

osi-flow-data

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s