jump to navigation

Depresiasi [ Penyusutan ] March 20, 2009

Posted by Herwin Anggeriana in Accounting & Finance.
trackback

Istilah “Depresiasi” .. Mungkin buat para professional di bidang keuangan dan accounting, isitlah ini sudah terbiasa dan sudah paham, so bagaimana dengan praktisi IT khususnya yang ingin mencoba menjadi consultant IT di bidang keuangan ?

Istilah “Depresiasi” memiliki asumsi yaitu terjadinya penyusutan nilai dari suatu objek atau barang.

Timbul pertanyaan, apa yang menjadi indicator atau atribut suatu objek atau barang tersebut bisa dikategorikan dalam perhitungan “Depresiasi?

1.       Barang atau objek tersebut memiliki nilai aktiva

2.       Memiliki jenjang umur ekonomis

3.       Memiliki nilai residu [ atau nilai sisa ]

Nilai Sisa adalah nilai pada akhir masa manfaat aktiva

 

Pada umumnya, suatu objek atau barang yang menjadi suatu inventaris biasanya akan dilakukan “Depresiasi” SELAMA 3 atribut tersebut terpenuhi, tetapi tidak semua inventaris dapat dilakukan secara “Depresiasi”, contohnya : memiliki sebidang tanah.. Enggak mungkin suatu nilai jual tanah dari tahun ke tahun menurun..

 

Ada 3 metode penyusutan dalam melakukan “Depresiasi” yaitu :

1.       Metode Straight Line ( Garis Lurus )

2.       Metode Double Declining Method

3.       Metode Sum of the Year

4.       Metode Unit of Production

  • Article berikutnya akan membahas setiap metode diatas secara lebih detail

    [ to be continue ] –> By : Herwin Anggeriana

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s