jump to navigation

Flow Pabrik / Factory April 24, 2009

Posted by Herwin Anggeriana in Business Flow.
trackback

 “Pabrik” istilah ini berasal dari English yang berarti “factory” atau “Plant”. Apa sih yang menarik dari pabrik dan seperti apa gambaran umumnya business flow dari pabrik?

Tujuan utama dari suatu usaha bisnis yaitu untuk mendapatkan profit [ laba usaha ], begitu juga dengan pabrik. Ketika kita mencoba untuk mendirikan dan merancang suatu pabrik pasti memiliki suatu tujuan yaitu mendapatkan profit  [ nilai tambah dari suatu nilai ekonomi ] dari suatu bahan baku.

“Pabrik” tidak pernah terlepas dari bahan baku, untuk mendapatkan nilai ekonomi dari suatu pabrik, maka kita harus melakukan tahap “pengolahan” dari suatu bahan baku menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual yang tinggi sehingga biaya untuk pengolahan akan ter-cover dan kita juga akan mendapatkan profit dari hasil jual produk [ profit = nilai jual – biaya pengolahan bahan baku ].

Dalam article ini, saya hanya membahas business flow pabrik secara global dengan scope yang specific seperti pabrik kimia dan pabrik makanan.

Pada pabrik kimia, tentu saja ini adalah suatu model usaha dimana terjadi tahapan pengolahan suatu bahan baku kimia dasar [ asam sulfat, etanol, aluminium, urea dan sejenisnya ] menjadi suatu “produk jadi” dengan nilai jual yang tinggi.
Pada pabrik sejenisnya ini, patokan dan standar mutu dari “produk jadi”-nya semata-mata hanyalah komposisi dan kemurnian.

Harga jual produk dan bahan baku untuk kemurnian tertentu bersifat tetap. So timbul pertanyaan “bagaimana saya dapat meningkatkan nilai laba [ profit ] dari pabrik kimia ini?”

Pilihan untuk meningkatkan nilai laba [ profit ] bukan terletak pada posisi peningkatan mutu melainkan menitik beratkan pada “cara untuk menghemat ongkos produksi dan memperbanyak jumlah produk yang dihasilkan per tahunnya”.
Jumlah produksi yang dihasilkan per satuan dalam waktu tertentu dinamakan “Kapasitas Produksi”.

Perhitungan “kapasitas produksi” yang cermat dan didasarkan atas analisa kebutuhan pasar yang cermat menjadi suatu keharusan dan menjadi suatu aspek yang sangat-sangat penting.
Untuk meningkatkan “kapasitas produksi” dapat dilakukan dengan cara menambah dan atau memodifikasi peralatan [ mesin ] yang ada agar bekerja secara optimal dan efisien. Usaha ini membutuhkan suatu pemahaman terhadap system proses dan system pemroses.

Dalam usaha produksi pada pabrik kimia, membutuhkan berbagai system proses dan system pemroses yang ter-rangkai dalam suatu system produksi yang terkendali.
Rangkaian pada system proses dinamakan teknologi proses. Sedangkan yang dimaksud dengan “system pemroses” adalah anda membutuhkan suatu media cetakan produk, anda membutuhkan bahan kimia tertentu.

System proses utama dari pabrik kimia adalah system proses pereaksian dan system proses pemisahan dan pemurnian. Tidak semua pabrik memiliki karakter yang sama [ yaitu memiliki system proses pereaksian dan sysem proses pemisahan dan pemurnian ], ada beberapa pabrik yang hanya memiliki 1 system proses.

Contoh pabrik yang hanya memiliki 1 system proses [ system proses pemisahan dan pemurnian ] yaitu pabrik gula, pabrik garam.

Contoh pabrik yang hanya memiliki 1 system proses [ system pereaksian ] yaitu pabrik sabun

Contoh pabrik yang menggunakan ke-2 system proses [ system pereaksian dan system proses pemisahan dan pemurnian ] yaitu pabrik baja, dan pabrik aluminum.

Lalu bagaimana dengan business flow pabrik makanan?

Untuk beberapa pabrik makanan yang murni hanya memproses bahan baku makanan menjadi produk makanan tanpa melibatkan unsur dan component kimia, secara business flow-nya dan life cyclenya jauh lebih pendek dan sederhana.

Kita ambil contoh Pabrik Pengawetan ikan bandeng ;
Ketika anda ingin mendirikan pabrik pengawetan ikan bandeng, maka anda dihadapkan pada berbagai pilihan dan alternatife cara pengawetan ikan yaitu dengan cara dikeringkan, diasinkan dan diasapkan

Cara-cara pengawetan dan alternatife pengawetan ini adalah suatu bentuk yang dinamakan system proses, dan dinamakan system proses pengawetan.. contoh andaikan anda memilih untuk mengawetkan ikan bandeng dengan cara pengasapan, maka anda telah memilih untuk system proses pengasapan.

Ketika anda telah menentukan untuk menggunakan system proses pengasapan, anda kembali dihadapkan berbagai pilihan system proses yaitu pengasapan dalam bentuk gas atau pengasapan dalam bentuk asap cair. Jika anda memilih menggunakan pengasapan dalam bentuk gas, maka anda membutuhkan suatu tungku pembakaran beserta ruang pengasapan. Tungku penghasil asap dan ruang pengasapan adalah system pemroses.. Begitu juga sebaliknya jika anda memilih menggunakan pengasapan dalam bentuk asap cair, maka anda membutuhkan wadah penampung seperti ember untuk merendam bandeng dalam asap cair.. Ember atau media penampung adalah system pemroses.

Sedikit berbeda ketika pabrik makanan tersebut melibatkan unsur teknologi dalam system proses dan system pemroses. Jika pabrik makanan melibatkan unsur teknologi maka teknologi tersebut adalah teknologi proses dimana teknologi proses tersebut dapat dijual dalam bentuk license.
Contoh teknologi proses yang dipatenkan dan dilicense adalah : Teknologi proses Kraft à suatu teknologi proses produksi keju.. Teknologi Kellogs à suatu teknologi proses produksi susu bubuk.

 

MENARIK kan business flow dari pabrik..
[ Article by : Herwin Anggeriana ]

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s