jump to navigation

Menjadi Wanita Spesial melalui Ubuntu Women October 12, 2012

Posted by Herwin Anggeriana in General Knowledge, IT Knowledge.
Tags: , , , ,
trackback

Teknologi bukan lagi kata asing di telinga kita, era globalisasi saat ini serta perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memberikan manfaat yang begitu besar di segala kehidupan, bidang bisnis, sosial maupun telekomnikasi. Peranan perempuan ( wanita ) dalam perkembangan teknologi informasi masih sangat minim, tidak banyak perempuan yang berpofesi sebagai ilmuwan komputer dan programmer.

Secara mayoritas, dunia teknologi informasi khususnya teknologi masih didonimasi kaum adam ( male dominated ). Teknologi informasi dan telekomunikasi khususnya internet seharusnya mampu menjadikan wanita menjadi lebih special tanpa melupakan kodratnya sebagai wanita.

Wanita dikenal sebagai symbol keluwesan, kelembutan, kesopanan serta keindahan, namun tidak jarang pula teknologi khususnya teknologi informasi seakan menjerumuskan dan memperlebar gap kaum hawa dengan kaum adam. Tidak sedikit kasus kriminalitas terhadap wanita yang memanfaatkan teknologi seperti kekerasan seksual yang terjadi di beberapa situs dalam bentuk lelucon, pornografi dan sebagainya.

Menurut survey Academy for Educational Development baru – baru ini, hanya 12% dari para professional di bidang teknologi, teknik dan matematika adalah kaum hawa.

Menyadari minimnya kontribusi perempuan ( wanita ) dalam teknologi informasi, Ubuntu ( Organisasi Open Source yang bukan organisasi politik ) sejak tahun 2006 membentuk group dengan nama “Ubuntu Women”.

Group “Ubuntu Women” telah didukung dengan 300 anggota ( termasuk saya ), dan pendiri Ubuntu ( Canonical – Mark Shuttleworth ), lalu apa saja yang dilakukan dengan oleh group ini?

Mentoring

Meskipun upaya pelatihan dan mentoring terhadap kaum hawa dalam teknologi informasi khususnya penggunaan Ubuntu relative melempem, tetapi semangat untuk berkontribusi tidak pernah padam. Usaha mentoring terus dilakukan melalui berbagai channel internet seperti chat room IRC, dokumentasi yang memadai, Google+ bahkan Google Hangout.

Baru – baru ini terpilih untuk kepemimpinan team group “Ubuntu Women” yaitu Lyz Krumbach, dia baru saja memenangkan penghargaan O’Reily Open Source untuk kontribusinya terhadap dunia open source. “Jadi saya merasa sangat beruntung untuk ‘duduk’ dalam Ubuntu Women” kata Lyz Krumbach.

Setiap bulan, group Ubuntu Women akan berkumpul di IRC dengan channel #ubuntuclassroom, setiap sesi berlangsung sekitar satu jam termasuk pertanyaan dan jawaban. Session berikutnya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Oktober 2012 dengan pembicara Silvia Bindelli – wanita dengan latar belakang insiyur ilmu komputer akan membahas pekerjaannya sebagai coordinator software engineering.

So, bagaimana dengan kalian khususnya kaum wanita ( wanita modern ) yang mampu beradaptasi dengan teknologi informasi tanpa melupakan kodrat sebagai wanita untuk memberikan dukungan pemberdayaan perempuan dalam teknologi informasi?

Berikan dukungan anda dengan bergabung dalam group “Ubuntu Women”.

%d bloggers like this: